Minggu, 01 April 2012
Tugas dari Ditjen SDPPI atau bisa juga disebut Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika adalah melakukan perumusan dan menjalankan kebijakan di bidang Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika,Ditjen SDPPI juga melakukan standarisasi di bidang tersebut.
Ditjen SDPPI sendiri merupakan pemekaran dari Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi yang berada di kementrian komunikasi dan informatika.
Fungsi dari Ditjen SDPPI,yaitu :
Fungsi dari Ditjen SDPPI,yaitu :
- Melaksanakan kebijakan di bidang sumber daya dan perangkat pos dan informatika.
- Menyusun norma,standar,prosedur serta kriteria di bidang sumber daya dan perangkat pos dan informatika.
- Melaksanan administrasi Ditjen SDPPI.
- Memberikan Bimbingan teknis serta evaluasi di bidang sumber daya dan perangkat pos dan informatika.
- Merumuskan kebijakan di bidang sumber daya dan perangkat pos dan informatika.
Dukungan Ditjen SDPPI terhadap Industri Dalam Negeri.
Salah satu dukungan dari Ditjen SDPPI adalah kesempatan kepada penyelenggara telekomunikasi dan pemeberitahuan untuk pembayaran kewajiban atau biasa disebut BHP(Biaya Hak Penyelenggaraan).Sesuai dengan ketentuan PP No.7 tahun 2009,tentang Jenis dan tarif atas jenis penerimaan Negara bukan pajak yang berlaku pada Departemen Kominfo,dan telah diubah dengan PP No.76 Tahun 2010 tentang Perubahan Atas PP No.7 Tahun 2009 tentang Jenis dan Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku Pada Departemen Kominfo dan Peraturan Menteri Kominfo No. 22/PER/M.KOMINFO/10/2005 tentang Petunjuk Pelaksanaan Tarif atas Penerimaan Negara Bukan Pajak dari Pungutan Biaya Hak Penyelenggaraan Telekomunikasi.
Pengelolaan Spektrum Frekuensi Radio
Penggunaan spektrum frekuensi secara efisien merupakan hal yang sangat
penting dilakukan khususnya di Indonesia,karena spektrum frekuensi Radio adalah sumberdaya alam
yang bersifat terbatas dan perlu dikelola dengan sebaik-baiknya.
mengingat jumlah penngguna
telekomunikasi di Indonesia sebagian besar saat ini adalah pengguna
seluler.
Tugas dari Direktorar Pengelolaan Spektrum Frekuensi Radio adalah melaksanan perumusan kebijakan,penyusunan program,melakukan pengaturan,mengadakan bimbingan teknis serta melakukan evaluasi dan peningkatan di bidang tersebut.
Fungsi dari Direktorat Pengelolaan Spektrum Frekuensi Radio adalah :
- Pelaksanaan analisa dan evaluasi di bidang operasi frekuensi radio
- Penyiapan pemrosesan perizinan penggunaan frekuensi radio
- Penyiapan perumusan norma, kriteria, pedoman dan prosedur di bidang penataan, penetapan, operasi, sarana frekuensi radio.
- Pelaksanaan penataan, penetapan, operasi, sarana frekuensi radio
- Pelaksanaan urusan tata usaha, kepegawaian dan rumah tangga direktorat
- Penyiapan perumusan kebijakan di bidang penataan, penetapan, operasi, sarana frekuensi radio
Direktorat Pengelolaan Spektrum Frekuensi Radio terdiri dari:
- Sub Direktorat Penataan Spektrum Frekuensi Radio.
- Sub Direktorat Penetapan Frekuensi Radio.
- Sub Direktorat Operasi Frekuensi Radio.
- Sub Direktorat Sarana Teknik Frekuensi Radio.
- Sub Direktorat Analisa dan Evaluasi Frekuensi Radio.
- Sub Bagian Tata Usaha.
referensi :
http://www.postel.go.id/artikel_c_1_p_3.htm
http://www.postel.go.id/info_view_c_26_p_1841.htm
http://ipv6.postel.go.id/postelfinal/postelweb/?act=about&task=detail&id=31
Selengkapnya...
http://ipv6.postel.go.id/postelfinal/postelweb/?act=about&task=detail&id=31
Seorang manajer proyek yang baik harus memiliki kompetensi yang
mencakup unsur ilmu pengetahuan (knowledge), kemampuan (skill) dan sikap
(attitude).
Ketiga unsur ini merupakan salah satu faktor penting dalam
menentukan keberhasilan proyek. Sebuah proyek akan dinyatakan berhasil
apabila proyek dapat diselesaikan sesuai dengan waktu, ruang lingkup dan
biaya yang telah direncanakan.
Manajer proyek merupakan individu yang
paling menentukan keberhasilan / kegalan proyek. Karena dalam hal ini
manajer proyek adalah orang yang memegang peranan penting dalam
mengintegrasikan, mengkoordinasikan semua sumber daya yang dimiliki dan
bertanggung jawab sepenuhnya atas kenberhasilan dalam pencapaian sasaran
proyek.
Untuk menjadi manajer proyek yang baik, terdapat 9 ilmu yang harus dikuasai. Adapun ke sembilan ilmu yang dimaksud antara lain :
1. Manajer Ruang Lingkup
2. Manajemen Waktu
3. Manajemen Biaya
4. Manajemen Kualitas
5. Manajemen Sumber Daya Manusia
6. Manajemen Pengadaan
7. Manajemen Komunikasi
8. Manajemen Resiko
9. Manajemen Integrasi
Berikut tips menjadi seorang manajer :
1. Habiskan waktu (dan uang) mendevelop orang
Mempelajari hal baru dan berinovasi dengan improvisasi.
2. Cari tahu apa yang benar-benar dilakukan oleh Staff
Walaupun tidak perlu menjadi master untuk setiap tugas yang dihandle oleh staff, manajer seharusnya mengerti yang biasa dilakukan oleh staffnya. Jika sekarang tidak dilakukan, biasakanlah diri untuk mengetahui setiap tanggung jawab tiap orang.
3. Jangan Melakukan untuk Mereka
Jika Anda berasal dari “in the trenches” karyawan menjadi seorang Manager, hindari kecenderungan untuk mengekang secara cepat.
4. Mengerti bisnis dan Buat Mereka Mengenal Anda
Memang sebuah klise, tapi semua Manager harus mengerti business untuk membangun system dan infrastructure yang men support tujuan business.
5. Perlakukan komunikasi sebagai jalan dua arah yang sibuk dan bergerak dengan cepat
Informasi bukan comodity terbatas yang harus Anda simpan-simpan. Harus
mengalir secara bebas dan mudah antara management dan workers.
6. Dorong setiap orang untuk bekerja sebagai team
Mendorong kolaborasi dan teamwork menbantu memindahkan silo-like isolation yang biasanya terjadi di technical organisations.
7. Berikan feedback secara reguler dan biarkan karyawan mengetahui apa yand Anda minta
Pastikan staff Anda mengetahui apa yang sedang mereka lakukan dan apa yang dipelukan untuk improvement. Hal ini bisa menjadi percakapan biasa, formatl performance reviews, atau pujian.
8. Hire well
Jika Anda belum pernah merekrut orang, sebaiknya Anda bertanya dan pelajari bagaimana caranya. Merekrut orang yang tidak bagus akan lebih tidak bermanfaat daripada tidak merekrut sama sekali.
9. Mengerti praktek pelatihan terbaik tapi tidak hanya menjadikannya buzz words
Belajar dan mengerti latihan terbaik untuk melatih dan mengaplikasikannya kepada diri sendiri dan perusahaan.
10. Menjadi seorang Project Manager yang Baik
Kebanyakan kegagalan adalah akibat dari kelemahan project managemen. Jika Anda belum memiliki training project management formal, cari dan invest di program yang baik.
sumber :
kirimpesan.comleaderphrase.com
kirimpesan.comleaderphrase.com
hkirimpesan.commanajemenproyek.net
kirimpesan.com
Selengkapnya...
COCOMO model, yaitu suatu model parametris pengestimasian
yang menghitung jumlah FP dalam perencanaan serta pengembangan perangkat lunak,
mengenal tiga macam pengimplementasian dalam evolusinya sejak dari awal
kejadiannya hingga kini, yaitu:
1. Basic COCOMO
Menghitung usaha pengembangan perangkat lunak (dan biaya) sebagai fungsi dari ukuran program. Ukuran program dinyatakan dalam ribuan estimasi baris kode (KLOC).
COCOMO membedakan perhitungan terhadap tiga jenis kelas proyek perangkat lunak sebagai berikut :
Menghitung usaha pengembangan perangkat lunak (dan biaya) sebagai fungsi dari ukuran program. Ukuran program dinyatakan dalam ribuan estimasi baris kode (KLOC).
COCOMO membedakan perhitungan terhadap tiga jenis kelas proyek perangkat lunak sebagai berikut :
- organic : tim kecil dengan pengalaman cukup baik dan kebutuhan sistem yang relatif sederhana.
- semi-detached : tim berukuran menengah yang berpengalaman dengan lingkungan kerja yang lebih kompleks.
- embedded projects : pengembangan berdasarkan pada kebutuhan dengan kompleksitas tinggi dan batasan atau constraint yang ketat.
Persamaan dasar COCOMO :
Effort Applied = ab(KLOC)^bb [ man-months ]
Development Time = cb(Effort Applied)^db [months]
People required = Effort Applied / Development Time [count]
Koefisien ab, bb, cb, dan db diberikan dalam tabel berikut :

2. Intermediete COCOMO
Intermediate COCOMO menghitung usaha pengembangan perangkat lunak sebagai fungsi ukuran program dan sekumpulan "cost drivers" yang mencakup penilaian subjektif produk, perangkat keras, personil dan atribut proyek. Ekstensi ini mempertimbangkan satu set empat "cost drivers", yang dijabarkan dalam kategori dan subkatagori sebagai berikut :
a. Atribut produk (product attributes)
* Reliabilitas perangkat lunak yang diperlukan (RELY)
* Ukuran basis data aplikasi (DATA)
* Kompleksitas produk (CPLX)
b. Atribut perangkat keras (computer attributes)
* Waktu eksekusi program ketika dijalankan (TIME)
* Memori yang dipakai (STOR)
* Kecepatan mesin virtual (VIRT)
* Waktu yang diperlukan untuk mengeksekusi perintah (TURN)
c. Atribut sumber daya manusia (personnel attributes)
* Kemampuan analisis (ACAP)
* Kemampuan ahli perangkat lunak (PCAP)
* Pengalaman membuat aplikasi (AEXP)
* Pengalaman penggunaan mesin virtual (VEXP)
* Pengalaman dalam menggunakan bahasa pemrograman (LEXP)
d. Atribut proyek (project attributes)
* Penggunaan sistem pemrograman modern(MODP)
* Penggunaan perangkat lunak (TOOL)
* Jadwal pengembangan yang diperlukan (SCED)
3. Detailed COCOMO
Detil COCOMO - menggabungkan semua karakteristik versi intermediate dengan penilaian dampak cost driver di setiap langkah (analisis, desain, dll) dari proses rekayasa perangkat lunak 1. model rinci kegunaan yang berbeda upaya pengali untuk setiap driver biaya atribut Tahap pengganda ini upaya Sensitif masing-masing untuk menentukan jumlah usaha yang dibutuhkan untuk menyelesaikan setiap tahap.
Pada COCOMO rinci, upaya dihitung sebagai fungsi dari ukuran program dan satu set driver biaya yang diberikan sesuai dengan tiap tahap siklus hidup rekayasa perangkat lunak. Fase yang digunakan dalam COCOMO rinci perencanaan kebutuhan dan perancangan perangkat lunak, perancangan detil, kode dan menguji unit, dan pengujian integrasi.
http://dasikupukupu.blogspot.com/2011/04/meramal-kebutuhan-dalam-pembuatan.html
http://en.wikipedia.org/wiki/Cocomo
http://en.wikipedia.org/wiki/Cocomo
http://awansembilan.blogspot.com/2011/04/cocomo-constructive-cost-model.html
http://www.scribd.com/doc/49646935/COCOMO
Selengkapnya...
Software open source adalah software dengan sistem pengembangan yang tidak dikoordinasi oleh suatu individu /
lembaga pusat, tetapi oleh para pelaku yang bekerja sama dengan
memanfaatkan kode sumber (source-code) yang tersebar dan tersedia bebas.
dan mengapa harus software open source?
Seperti yang dikatakan diatas,software open source tidak dikoordinasi oleh suatu individu atau lembaga pusat,yang secara sedehana bisa dikatakan gratis(free).
Pola Open Source lahir karena kebebasan berkarya, tanpa intervensi
berpikir dan mengungkapkan apa yang diinginkan dengan menggunakan
pengetahuan dan produk yang cocok. Kebebasan menjadi pertimbangan utama
ketika dilepas ke publik. Komunitas yang lain mendapat kebebasan untuk
belajar, mengutak-ngatik, merevisi ulang, membenarkan ataupun bahkan
menyalahkan, tetapi kebebasan ini juga datang bersama dengan tanggung
jawab, bukan bebas tanpa tanggung jawab.
Lalu apa keuntungan dan kerugian dari Software Open Source?
ada dua sisi keuntungan dari software open source,yaitu sisi pengguna dan pengembang software tersebut .
berikut keuntungan dari sisi pengguna :
- Gratis/Free : tidak perlu mengeluarkan biaya dan langsung bisa menggunakan software secara legal.
- User dapat terlibat dalam pengembangan program,karena user memiliki source code nya.
- Berkurangnya ketergantungan pada vendor karena software open source dapat meningkatkan potensi unutk bisa lebih mandiri di bidang IT.
Berikut dari sisi Pengembang :
- User/komunitas user dapat membantu mengembangkan software dari pengembang software tersebut menjadi software yang lebih baik.
- Konsep pengembang software akan dikenal dengan sendirinya sehingga pengembang tidak memerlukan biaya iklan atau semacamnya untuk memperkenalkan konsepnya.
Berikut ini adalah kerugian dair software open source :
- Tidak adanya garansi pengembangan
- Beberapa komunitas dapat dianggap bersalah dalam pelanggaran intelektual Property karena pada saat ini beberapa negara menerima software dan algoritma yang dipatenkan sehingga hal ini sangat sulit untuk diketahui jika beberapa metode utama untuk menyelesaikan masalah software dipatenkan.
- Tidak banyak iklan bagi open source software,biasanya beberapa project secara tidak langsung ditangani oleh perusahaan yang mampu berinvestasi dan melakukan marketing.
http://utomoutami.blogspot.com
http://id.wikipedia.org/
http://lostintechnology.com
Selengkapnya...
Langganan:
Postingan (Atom)
follow me on twitter
Blog Archive
-
▼
2013
(24)
-
▼
Juni
(22)
- Info Penting bagi Penggemar Mie Instan
- Reaksi dalam Tubuh Manusia saat Tertawa
- 10 Orang Pertama yang Memiliki Twitter Di Indonesia
- Benda Penyebab Sakit Kepala
- Makanan yang Sebaiknya tidak di Makan Menjelang tidur
- Tips Keluarkan Racun dalam Tubuh
- Tips Gigi Putih Bersinar
- 3 Manfaat Air Liur
- Tips Menjadi Pemimpin yang Baik
- Cara Alami Atasi Jerawat
- Tugas 4 : Contoh Paragraf Generalisasi ,Analogi & ...
- Tugas 1 : Penggunaan Bahasa Indonesia yang Baik & ...
- Peringkat Selingkuh Berdasarkan Zodiak
- Olahraga yang Menyehatkan dan Sekaligus Membuat Ba...
- Manfaat Teh & Kopi
- Sifat Umum Berdasarkan Golongan Darah
- Kebanyakan Tidur Sangat Berbahaya
- Seorang Pria Nyaris Tewas Karena Dibekap Payudara
- Ide April Mop yang Jangan Pernah Dilakukan
- Tips Mencegah Kanker Prostat
- Awasi Sakit Tengkuk Belakang
- PES 2014 Hanya akan dirilis di Empat Console?
-
▼
Juni
(22)
Pengikut
Diberdayakan oleh Blogger.


